Motivation Letter

Halo, perkenalkan aku Lisa Asaliontin, mahasiswa baru Prodi Statistika, Universitas Brawijaya. Seorang gadis kecil yang lahir pada 12 juni 2002 ini sekarang berusia 18 tahun. Usia dimana seseorang baru menginjakkan kaki di dunia yang sesungguhnya, bukan lagi dunia anak anak, bukan lagi dunia remaja yang masih indah di bangku sekolah. Usia ini merupakan permulaan dari perjalanan hidup menghadapi ujian kehidupan yang penuh kejutan.

            Menjadi dewasa bukanlah hal yang mudah, tak semudah yang kita bayangkan saat kecil bahwa menjadi dewasa adalah hal yang menyenangkan. Menjadi dewasa tidak sesimpel yang diperkirakan, tak hanya merubah fisik dan penampilan saja, namun dewasa juga merubah karakter, mental serta pola pikir seseorang. Kita mulai bisa merasakan lika liku hidup, mulai bisa membedakan mana fiksi dan mana reality, mana khayalan dan kenyataan.  Pernahkan kamu dikecewakan oleh kenyataan? Ketika harapanmu tak terwujud, ketika hasil menghianati usahamu,ketika kamu merasa dunia tidak adil terhadapmu. Bukankah kamu pernah merasa demikian? Aku yakin setiap orang pernah merasakan kecewa, tak terkecuali aku.

            Aku pernah merasa kecewa atas diriku, merasa menjadi orang paling menyedihkan karena kenyataan menyimpang dari keinginanku. aku mulai menyalahkan diri sendiri atas ketidakberdayaanku untuk merubahnya kenyataan yang ada saat itu. Mempertanyakan mengapa ini harus terjadi padaku. Menganggap dunia ini tak adil, frustasi, mulai membandingkan diriku dengan orang lain.

Namun setelah itu aku sadar bahwa sikapku tidaklah benar, kecewa adalah hal yang lumrah. Namun kita tidak boleh terlarut akan kesedihan hingga menyalahkan semuanya pada diri sendiri. Aku mulai mengerti kenapa aku seperti itu, karena aku kurang bersyukur atas diriku, kurang bisa menerima kekurangan dan kelebihan atas diriku. Dan belum mencintai sepenuhnya diriku sendiri. Untungnya ada keluarga, sahabat yang selalu bersamaku, menyadarkanku betapa berharganya aku yang selama ini tidak aku sadari. Menyadarkan bahwa tidak apa apa menjadi berbeda, tidak apa mimpi tertunda karna jika memang itu jalan takdirmu maka tuhan tidak akan memberikannya terlambat kepadamu.

Sejak saat itu aku mengerti bahwa dewasa tidak hanya berjalan beriringan dengan usia, namun berjalan seiring dengan masalah yang muncul. Bagaiman caramu menyelesaikan masalahlah yang membuatmu dewasa, bermental baja dan mampu mengarungi derasnya alur dunia.

            Langkah pertama dan yang paling utama untuk menghadapi dunia yakni kita harus mencintai diri sendiri. Yaitu kita harus bisa mencintai dan menerima setiap kekurangan dan kelebihan yang kita miliki. Menyadari bahwa setiap manusia mempunyai keunikan masing-masing . Itulah kenapa kita tidak boleh membangdingkan diri kita dengan orang lain. Ingat kata pepatah, “rumput tetangga selalu lebih hijau”, artinya jika kita membandingkan kita dengan orang lain, orang lain akan selalu terlihat lebih baik dimata kita, yang membuat kita menjadi insecure, yakni perasaan tidak percaya diri seseorang karena kekurangan, yang justru akan membatasi kita dalam mengeksplore dunia karena terhalang oleh insecurity. Oleh karena itu, mulai dari sekarang stop membandingkan hidup kita dengan orang lain. Aku ya aku, kamu ya kamu. Setiap hidup seseorang memiliki porsi senang dan sedihnya masing-masing, maka dengan membandingkannya sama sekali tak ada untungnya untuk dirimu.

            Kemudian kamu harus memahami dirimu sendiri, gali dan kenali lebih dalam mengenai dirimu, apa yang kamu suka dan tidak suka, apa kelebihan dan kekuranganmu. Temukan hobi dan kecintaanmu terhadap sesuatu. Lakukan hal yang kamu sukai, jangan lakukan yang orang lain inginkan darimu padahal kamu tidak menyukainya. Jangan perdulikan apa kata orang lain yang menjatuhkanmu, ini hidupmu adalah pilihan dan keputusanmu. Jangan jadi orang lain, namun jadilah versi terbaik dari dirimu sendiri.

            Dan tak kalah penting yakni bersyukur dan memaafkan diri sendiri. Memaafkan dirimu atas segala kesalahan yang kamu perbuat baik disengaja maupun tidak, berdamai dengan diri sendiri sendiri. Serta bersyukur atas segala sesuatu yang terjadi.  Ambil hikmah dari setiap kejadian bahkan kejadian buruk sekalipun, berusaha memperbaiki diri hari kehari, dan meyakini bahwa semua akan baik baik saja, kamu bisa menghadapi dunia ini, kamu bisa meraih mimpi dan kamu bisa  menjadi versi terbaik dari dirimu sendiri.

 


 Sekian,

Sampai jumpa dilain tulisan !

Komentar